Skip to main content

Lo Siaw Ging, Sang Negarawan Sejati

dr. Lo Siaw Ging
dr. Lo Siaw Ging
Hari ini saya menonton satu berita di televisi swasta tentang seorang sosok manusia dermawan. Saya pun mencari tahu tentang nama orang ini di internet dan ternyata ada banyak berita di media online yang menceritakan tentang dirinya.

Lo Siaw Ging, seorang dokter yang sudah tidak lagi muda tetapi memiliki jiwa sosial yang begitu tinggi ini adalah salah satu dokter yang menginspirasi saya untuk menulis di lembaran blog bangun indonesia ini. 

"Saya menjadi dokter bukan untuk mencari harta / kekayaan, tetapi ingin menolong orang melalui keahlian yang saya miliki. Sebuah kebahagiaan besar yang tidak dapat di nilai dengan uang ketika ada orang sakit yang sembuh melalui pengobatan yang saya berikan". Begitulah ungkapan singkat dr. Lo pada saat wawancara dengan media televisi.

Dokter Lo yang membuka praktek pengobatan tanpa memasang tarif biaya dan terkadang bagi pasien dari kalangan kurang mampu, ia memberi pengobatan serta obat secara gratis. "buat biaya kebutuhan hidup saja mereka susah, apalagi jika terbebani dengan biaya pengobatan. Tetapi saya tahu bahwa mereka ingin sembuh untuk bisa terus mencari nafkah, karna ketika mereka sembuh dan bisa mencari nafkah untuk kehidupannya, saya merasa bahagia sekali". demikian kata dokter Lo lagi.

Pelajaran berharga untuk bangsa ini terutama bagi para pelayan kesehatan kita. Kita perlu terus membangun Indonesia secara bersama-sama melalui karya dan karsa. Tuhan memberikan talenta untuk kita agar bisa menopang manusia lainnya tanpa pamrih, itulah negarawan sejati.

Comments

Popular posts from this blog

Jelang Pilpres 2014, Bagaimana Analisis Politik dari Blogger?

Pasca pemilu legislatif 2014, banyak tokoh-tokoh politik, pengamat politik, lembaga survey mulai menganalisa langkah-langkah politik menjelang pemilu presiden 2014 bulan Juli mendatang. Hal ini dapat kita lihat di berbagai media elektronik dan online, berita mengenai analisa politik marak diberitakan. Para pengamat politik terkenal pun di hadirkan untuk mengulas tentang analisa politik menjelang Pilpres 2014.  Sebagai blogger yang merupakan masyarakat akar rumput, saya juga ingin memberikan sedikit analisis politik tentang peta kekuatan untuk menghadirkan calon presiden dan wakil presidennya yang benar-benar menjual di mata masyarakat Indonesia. Apa kata Penho? berikut analisa politik Pilpres 2014. KOALISI PARTAI POLITIK Koalisi partai politik hanya berlaku untuk mendapatkan persentase batasan boleh menghadirkan capres dan cawapres. Sementara untuk peta kekuatan dalam pemenangan capres dan cawapres terletak pada figur calon itu sendiri. FIGUR CALON Hari ini juj...

Hubungan tidak harmonis, Indonesia - Australia sama-sama rugi

Berita seputar penyadapan yang dilakukan oleh pemerintah Australia terhadap Presiden SBY selaku kepala Negara dan para petinggi negara Indonesia tidak dapat di tolerir. Melalui menteri luar negeri, pemerintah Indonesia meminta kepada pihak pemerintah Australia agar segera meminta maaf atas tindakan ini. Sementara itu melalui perdana menterinya, negara Kangguru ini menyatakan bahwa mereka tidak akan meminta maaf atas penyadapan yang telah mereka lakukan karena tindakan penyadapan tersebut adalah untuk menjaga keamanan dan kedaulatan negara Australia. Hubungan baik yang telah terjalin lama antara dua negara ini terancam gagal akibat tindakan yang menurut pemerintah Indonesia sangat tidak terpuji dan merusak hubungan tukar menukar informasi intelijen serta hubungan lainnya antar kedua negara. Penyadapan yang dilakukan pemerintah Australia tersebut merupakan respon ketidakpuasan atas tukar menukar informasi intelijen kedua negara. Hal ini menjadi sangat jelas bahwa pemerintah Austral...

Ketika kita kalah, maka kita kalah dalam proses berpolitik

Hari senin tanggal 28 Juli 2014 berkas dokumen gugatan Pilpres yang diajukan oleh tim hukum pasangan Capres-Cawapres nomor urut satu Prabowo Subianto - Hatta Rajasa dinyatakan lengkap oleh Mahkamah Konstitusi.  Dengan lengkapnya dokumen gugatan Pilpres 2014 tersebut, Tim Prabowo-Hatta berharap akan menang di Mahkamah Konstitusi atau MK. Demikian berita yang dirilis oleh Kompas.com pada tanggal 28 Juli 2014 Saya berpendapat bahwa harapan atas peluang gugatan yang disampaikan tersebut sangat tipis atau bahkan tidak ada sama sekali, mengapa? Walaupun keberatan dalam bentuk melakukan gugatan merupakan hak konstitusional peserta pemilu, akan tetapi dalam pemilu presiden dengan puluhan / ratusan juta pemilih, kemungkinan untuk membatalkan hasil Pilpres tersebut akan berdampak pada pergolakan dan perpecahan di dalam masyarakat apalagi dengan selisih angka yang cukup signifikan. Efek inilah yang harus diwaspadai dan di jaga. Efek yang saya maksudkan akan terjadi secara luar...