Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Bangun Indonesia

Kritik bersolusi atau kritik tanpa solusi

Sidang sengketa pemilu presiden di Mahkamah Konstitusi yang digelar beberapa waktu lalu secara terbuka ke publik dan dapat disaksikan oleh seluruh warga negara Indonesia menggunakan media televisi, kini telah usai. Kubu Prabowo-Hatta sebagai pemohon dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia sebagai termohon akhirnya harus bisa saling menerima keputusan dari sembilan orang hakim konstitusi. Gugatan Pemohon (Prabowo-Hatta) akhirnya ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK) seluruhnya dan ini berarti bahwa keputusan yang sudah dibuat oleh KPU Republik Indonesia bahwa Jokowi-Jusuf Kalla adalah sebagai pemenang dalam Pilpres tahun dua ribu empat belas dinyatakan sah. Kekecewaan boleh saja dirasakan oleh mereka yang kalah. Akan tetapi kekecewaan mengatasnamakan rakyat menurut pendapat saya kuranglah etis. Produk pemilu sebenarnya adalah tentang siapa calon yang lebih banyak di sukai atau yang dinilai lebih baik dari calon lainnya terlepas dari cara-cara untuk mendapatkan banyaknya ...

Setelah 22 Juli 2014 "Ambilah Yang Baik dan Tinggalkan Yang Buruk".

46,85 % berbanding 53,15 %, itulah hasil hitung resmi Komisi Pemilihan Umum tentang prosentase suara rakyat yang memilih pasangan Prabowo-Hatta versus Jokowi-JK. Keunggulan 6,30 % suara untuk Pasangan Calon Presiden nomor urut 2 (dua) Jokowi-JK, menjadi pasangan ini sebagai Capres dan Cawapres Indonesia terpilih periode 2014-2019.  Aksi Walk Out oleh Tim Pemenangan pasangan nomor urut 1 (satu) Prabowo-Hatta saat hampir rampungnya perhitungan suara di gedung Komisi Pemilihan Umum Pusat Jakarta tanggal 22 Juli 2014 memberikan pandangan kurang sedap dalam proses pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2014 ini. Adanya indikasi kecurangan pada proses demokrasi yang di yakini oleh pasangan nomor urut satu, tidak serta merta mengguggurkan hasil pemilu presiden tahun 2014 ini. Saya meyakini, dalam setiap pertandingan pasti ada rasa ketidakpuasan baik secara personal maupun secara team. Hal ini sama seperti final pertandingan sepak bola, dimana ketidakpuasan itu akan hadir mend...

Gotong Royong Membangun Bangsa ala Dahlan Iskan

Gotong royong. Mungkin banyak orang sudah tahu bahkan mengerti tentang kata atau kalimat ini. Namun tidak sedikit pula dalam pelaksanaannya semangat gotong royong ini disalah artikan atau dilaksanakan dalam wujud atau bentuk yang salah.  Contoh yang paling sederhana dan terlihat secara jelas tentang wujud pemahaman gotong royong yang salah tersebut adalah saat dimana para petinggi / pejabat negara saling bergotong royong melakukan tindakan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) untuk meraup uang negara secara tidak sah demi mengisi kantong -kantong pribadinya, keluarga atau kroni (bagi orang-orang terdekatnya). Profesionalisme yang telah di nilai oleh negara dengan memberikan penghasilan tinggi ternyata masih saja kurang, kurang dan kurang. Sementara di sisi lain, rakyat semakin terhimpit dalam beban kehidupannya. Saya juga menyadari dan memahami bahwa untuk mencapai tingkat atau level tinggi, seseorang tidak melakukannya dengan mudah. Ada banyak hambatan, tantangan, dan rint...

Hari ini, 9 April 2014

Hari ini 9 April 2014, Indonesia akan memilih para wakilnya untuk duduk di kursi parlemen. Hari ini rakyat Indonesia akan berbondong-bondong datang ke Tempat Pemungutan Suara. Hari ini rakyat harus memberi penilaian siapa yang paling tepat untuk menjadi wakilnya lima tahun mendatang. Hari ini rakyat pula yang akan menentukan nasib partai politik apakah akan mampu mencapai target 20 % suara secara nasional agar bisa mengusung calon presiden bulan Juli mendatang. Apapun hasilnya, secara pribadi selaku masyarakat Indonesia saya hanya berharap pelaksanaan proses demokrasi ini dapat berjalan dengan baik, lancar dan aman. Dalam sebuah pertandingan, kekalahan boleh saja menyakitkan, tetapi semangat perdamaian harus tetap di atas segalanya. Selamat memilih Indonesia, semoga Indonesia menjadi negara yang lebih baik dari hari ini.

Rakyat Hebat, Indonesia Hebat!

Tidak dapat di pungkiri bahwa Jakarta sebagai ibukota negara merupakan pusat barometer Indonesia di berbagai bidang, tak terkecuali dalam dunia politik.  Dalam dunia politik menurut pengamatan saya, banyak pelajaran berharga dari hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang lalu untuk di jadikan sebagai barometer politik  bagi para elit-elit partai politik Indonesia. Kita tahu bahwa tahun 2014 ini di sebut juga sebagai tahun politik di negara Indonesia. Tahun ini Indonesia akan memilih para wakil rakyat dan pemimpin negaranya dimulai pada tanggal 9 April 2014 mendatang.  Saat menatap hasil pemilukada DKI Jakarta yang lalu, para elit politik seakan tercengang melihat masyarakat secara khusus warga Jakarta lebih mengutamakan sosok pemimpin yang peduli dengan keluh kesah yang dialami oleh rakyatnya tanpa membedakan agama, suku, ras, golongan atau dari partai apa yang mengusung mereka. Joko widodo dan Basuki Tjahja Purnama atau yang kerap di ...

Mencari Sang Pengendali System

Pelayan publik saat ini mempunyai sifat manja karena selalu dimanjakan walaupun sistem yang dibuat sudah luar biasa bagusnya. Pelaksanaan dari sistem tersebut tidak berjalan karena baik pemimpin ataupun orang-orang yang dipimpinnya selalu melanggar koridor sistem tersebut. Memang pada dasarnya sistem tersebut mempunyai konsekuensi jika terjadi pelanggaran, tetapi karena pihak pembuat sistem dan pelaksana sistem tidak mematuhi sistem yang mereka buat, maka pada akhirnya sistem hanyalah sebuah sistem tanpa ada fungsinya. Pada dasarnya tidak semua pelaku sistem yang berbuat demikian. Akan tetapi jika pusat pengendali sistem tersebut tidak mematuhi sistem yang ada, maka secara otomatis pelaksana sistem juga akan berbuat yang sama. Rapuhnya para pengendali sistem terkadang membuat orang berlomba-lomba ingin menjadi pengendalinya. Dan untuk mencapai keinginan menjadi pengendali sistem tersebut sangatlah mudah, karena hal tersebut dapat di capai melalui jalan diluar sistem. Jadi janganla...

Lo Siaw Ging, Sang Negarawan Sejati

dr. Lo Siaw Ging Hari ini saya menonton satu berita di televisi swasta tentang seorang sosok manusia dermawan. Saya pun mencari tahu tentang nama orang ini di internet dan ternyata ada banyak berita di media online yang menceritakan tentang dirinya. Lo Siaw Ging, seorang dokter yang sudah tidak lagi muda tetapi memiliki jiwa sosial yang begitu tinggi ini adalah salah satu dokter yang menginspirasi saya untuk menulis di lembaran blog bangun indonesia ini.  "Saya menjadi dokter bukan untuk mencari harta / kekayaan, tetapi ingin menolong orang melalui keahlian yang saya miliki. Sebuah kebahagiaan besar yang tidak dapat di nilai dengan uang ketika ada orang sakit yang sembuh melalui pengobatan yang saya berikan". Begitulah ungkapan singkat dr. Lo pada saat wawancara dengan media televisi. Dokter Lo yang membuka praktek pengobatan tanpa memasang tarif biaya dan terkadang bagi pasien dari kalangan kurang mampu, ia memberi pengobatan serta obat secara gratis. "...

Gus Dur dan Pluralisme

Apakah ada manusia yang abadi? jawabannya jelas tidak. Tak'ada satupun manusia yang bisa menghindari kematian. Manusia suatu saat akan menjadi tua dan mati. Jika manusia tidak abadi maka ia pun tidak akan sempurna. Akan ada kekurangan diantara kelebihan yang dimiliki oleh manusia, begitu pula sebaliknya. 20 Oktober 1999, seorang putera bangsa telah dilantik menjadi kepala negara Indonesia. Di sadari atau pun tidak, pada waktu itu politik Indonesia terlalu bergantung pada sebuah keyakinan bahwa kaum hawa tidak boleh menjadi seorang pemimpin. Gerak-gerik politik yang berakhir pada kesimpulan bahwa Indonesia untuk kali pertama akan dipimpin kaum hawa akhirnya berhasil diredam dengan mundurnya beberapa calon yang dapat menjadi pemecah suara kaum adam. 20 Oktober 1999, Abdurahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur akhirnya menjadi orang kepala negara ke 4 di Indonesia. Saat itu ada banyak masyarakat Indonesia tertegun dengan pilihan politis terhadap Gus Dur yang notabene ...

Jangan Menjadi Mata Pelajaran Berikutnya

sumber gambar : kompas.com Hari ini kembali para petinggi negara di Republik Indonesia mendapat pelajaran berharga. Satu-satunya gubernur perempuan di Indonesia yang berkuasa di daerah Banten akhirnya resmi di tahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap dan korupsi alat kesehatan yang merugikan negara milyaran rupiah. Ratut Atut sebagai orang nomor satu di provinsi Banten ini akhirnya harus mendekam di bilik pesakitan akibat ulahnya yang menyalahgunakan amanat yang diberikan rakyat Banten. Dengan keadaan seperti ini, rakyat yang diwakili oleh KPK seakan ingin mengatakan kepada seluruh pemegang tampuk kekuasaan di Indonesia agar tidak menyalahgunakan wewenang yang diamanatkan demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu. Jika anda ingin harum, maka taburlah tindakan yang benar sesuai konstitusi sebagai bahan utama parfum untuk mengharumkan nama anda. Jadi mulai hari ini pula janganlah anda sebagai salah satu bagian yang kembali menjadi mata pelaj...