Skip to main content

Sensasi Elit Politik

Kuatnya pengaruh media saat ini menghadirkan pemahaman tersendiri bagi saya dalam melihat perkembangan politik di tanah air kita ini. Saya melihat bahwa praktek politik yang didukung media telah menimbulkan sensasi politik yang besar di kalangan elit politik. Bahkan karena begitu besarnya pengaruh sebuah media, para politikus kita mulai mengincar posisi kepemilikan media untuk menjalankan sensasinya.

Sensasi politik yang beragam seperti ini menurut saya bisa menghasilkan sesuatu yang plus (baik) atau minus (kurang/tidak baik). Sensasi politik plus akan sangat bermanfaat bagi bangsa dan negara, sementara sensasi politik minus justru dapat menimbulkan perpecahan bangsa.

Ketika para elit politik sudah merambah posisi media, maka di mata masyarakat sudah pasti netralitas sebuah media akan menjadi pertanyaan. Dan saya meyakini dalam beberapa tahun mendatang rakyat akan melihat sebuah penomena baru yaitu perang antar media dalam mengemban sensasi para elit politik.

Media merupakan alat bantu masyarakat dalam mengontrol kinerja para elit politik yang duduk di pemerintahan (eksekutif, legislatif dan yudikatif). Namun jika alat bantu kontroling ini sudah tidak lagi bersifat netral, maka dapat dipastikan rakyatlah menjadi korban.

Permintaan rakyat saya rasa sangat simpel yaitu bagaimana para elit politik bisa bekerja sama dalam membangun sebuah sistem negara yang melindungi warga negaranya dan bukan justru sebaliknya untuk melindungi kelompoknya masing-masing.

Sebagai warga negara, tiada kata lain selain memberikan himbauan kepada sesama warga negara untuk lebih jeli melihat situasi dan kondisi politik kita di masa mendatang.

Comments

Popular posts from this blog

Jelang Pilpres 2014, Bagaimana Analisis Politik dari Blogger?

Pasca pemilu legislatif 2014, banyak tokoh-tokoh politik, pengamat politik, lembaga survey mulai menganalisa langkah-langkah politik menjelang pemilu presiden 2014 bulan Juli mendatang. Hal ini dapat kita lihat di berbagai media elektronik dan online, berita mengenai analisa politik marak diberitakan. Para pengamat politik terkenal pun di hadirkan untuk mengulas tentang analisa politik menjelang Pilpres 2014.  Sebagai blogger yang merupakan masyarakat akar rumput, saya juga ingin memberikan sedikit analisis politik tentang peta kekuatan untuk menghadirkan calon presiden dan wakil presidennya yang benar-benar menjual di mata masyarakat Indonesia. Apa kata Penho? berikut analisa politik Pilpres 2014. KOALISI PARTAI POLITIK Koalisi partai politik hanya berlaku untuk mendapatkan persentase batasan boleh menghadirkan capres dan cawapres. Sementara untuk peta kekuatan dalam pemenangan capres dan cawapres terletak pada figur calon itu sendiri. FIGUR CALON Hari ini juj...

Hubungan tidak harmonis, Indonesia - Australia sama-sama rugi

Berita seputar penyadapan yang dilakukan oleh pemerintah Australia terhadap Presiden SBY selaku kepala Negara dan para petinggi negara Indonesia tidak dapat di tolerir. Melalui menteri luar negeri, pemerintah Indonesia meminta kepada pihak pemerintah Australia agar segera meminta maaf atas tindakan ini. Sementara itu melalui perdana menterinya, negara Kangguru ini menyatakan bahwa mereka tidak akan meminta maaf atas penyadapan yang telah mereka lakukan karena tindakan penyadapan tersebut adalah untuk menjaga keamanan dan kedaulatan negara Australia. Hubungan baik yang telah terjalin lama antara dua negara ini terancam gagal akibat tindakan yang menurut pemerintah Indonesia sangat tidak terpuji dan merusak hubungan tukar menukar informasi intelijen serta hubungan lainnya antar kedua negara. Penyadapan yang dilakukan pemerintah Australia tersebut merupakan respon ketidakpuasan atas tukar menukar informasi intelijen kedua negara. Hal ini menjadi sangat jelas bahwa pemerintah Austral...

Ketika kita kalah, maka kita kalah dalam proses berpolitik

Hari senin tanggal 28 Juli 2014 berkas dokumen gugatan Pilpres yang diajukan oleh tim hukum pasangan Capres-Cawapres nomor urut satu Prabowo Subianto - Hatta Rajasa dinyatakan lengkap oleh Mahkamah Konstitusi.  Dengan lengkapnya dokumen gugatan Pilpres 2014 tersebut, Tim Prabowo-Hatta berharap akan menang di Mahkamah Konstitusi atau MK. Demikian berita yang dirilis oleh Kompas.com pada tanggal 28 Juli 2014 Saya berpendapat bahwa harapan atas peluang gugatan yang disampaikan tersebut sangat tipis atau bahkan tidak ada sama sekali, mengapa? Walaupun keberatan dalam bentuk melakukan gugatan merupakan hak konstitusional peserta pemilu, akan tetapi dalam pemilu presiden dengan puluhan / ratusan juta pemilih, kemungkinan untuk membatalkan hasil Pilpres tersebut akan berdampak pada pergolakan dan perpecahan di dalam masyarakat apalagi dengan selisih angka yang cukup signifikan. Efek inilah yang harus diwaspadai dan di jaga. Efek yang saya maksudkan akan terjadi secara luar...